[ad_1]

Kulon Progo – Jalan Congot-Glagah di Kecamatan Temon Kabupaten Kulon Progo yang rusak tidak masuk dalam rencana perbaikan pemerintah kabupaten setempat. Jalur alternatif menuju Obyek Wisata Pantai Glagah ini rencananya akan dijadikan sebagai green belt dan wisata hutan. 

Kepala Seksi Sarana Prasarana Bidang Destinasi Wisata, Dinas Pariwisata Kulon Progo, Fitrilianawati mengatakan, hanya ada tiga proyek yang dikerjakan oleh Dinas Pariwisata Kulon Progo berdasarkan APBD murni tahun 2020. Ketiga proyek yang akan dikerjakan tersebut adalah renovasi Dermaga Wisata Glagah dan Penataan Pantai Glagah.

Selain itu, kata dia, juga proyek rehab kios di kawasan Obyek Wisata Puncak Suroloyo, Kecamatan Samigaluh. “Jalan Congot-Glagah, bukan jalur wisata sehingga perbaikan tidak di ranah kantornya,” ujar Fitri dalam keterangannya pada media Kamis 9 Januari 2020.

Dia menambahkan, berdasarkan DED Penataan Pantai Glagah, jalan tersebut kemungkinan besar tidak akan lagi digunakan. Alasannya kawasan lahan di selatan Yogyakarta International Airport (YIA) akan menjadi sabuk hijau bandara. “Setahu saya itu nantinya untuk hutan. Sedang kalau masalah jalan, saya kurang tahu,” jelasnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kulon Progo Gusdi Hartono mengatakan, tidak ada rencana perbaikan jalan Congot-Glagah, karena kawasan yang dilalui jalur tersebut akan berfungsi sebagai green belt dan wisata hutan. Hal ini berdasarkan DED dari Dinas pariwisata. “Setahu saya, nanti akses jalannya jalan kaki,” ucap Gusdi.

Setahu saya itu nantinya untuk hutan. Sedang kalau masalah jalan, saya kurang tahu.

Bendahara Paguyuban Usaha Penginapan Mandiri Maju Bersama, Sudasriyanto mengatakan pihaknya ingin memberi kemudahan akses wisata menuju Pantai Glagah, dengan menguruk lubang di jalan sepanjang 3 km tersebut. 

“Jalan yang membentang di sepanjang selatan bandara Yogyakarta International Airport (YIA) ini, menjadi jalur alternatif menuju Pantai Glagah bagi wisatawan yang ingin berkunjung,” ujarnya.

Dia menambahkan, kerusakan jalan ini disebabkan oleh banyaknya truk bertonase berat melewati jalan ini saat proyek pembangunan bandara. Badan jalan yang sebelumnya bagus, berubah menjadi berlubang. Saat hujan jalan yang berlubang itu menjadi genangan air. Keadaan ini bisa membahayakan wisatawan dan warga setempat.

Menurut dia kerusakan jalan ini berimbas menurunnya jumlah kunjungan wisatawan yang melewati jalur tersebut. Wisatawan, terutama yang datang dari arah barat harus memutar jauh untuk bisa memasuki Pantai Glagah. “Kami khawatir jika ini terus berlanjut, minat kunjungan wisatawan ke glagah akan menurun,” ujarnya. []

Baca Juga:



[ad_2]

>>Artikel Asli<<

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here